Uang Tunai? So yesterday... Sekarang zamannya Electronic Money, lebih cepat dan efisien!


Di suatu sore pada medio 2010, saya sedang berdiri di salah satu stasiun kereta, mengantri untuk membeli tiket KRL (sekarang Commuter Line). Memang, pada saat itu sudah mulai padat dengan orang karena bertepatan dengan jam mulai pulang kerja. Kebetulan di situ ada 2 loket yang terbuka, dan saya tentunya mengantri dengan rapih di salah satunya. Beberapa saat saya menyadari, lha kok antrian sini lama banget majunya, sedangkan antrian sebelah nampak lebih cepat. Penasaran, saya pun iseng memperhatikan orang-orang yang transaksi di loket saya. Ternyata beberapa kali sang petugas ticketing beranjak dari tempatnya seraya mondar-mandir ke luar. Usut punya usut, setelah saya tanyakan kepada mbak-mbak petugas loket yang cantik nan manis itu (eh? 😂) ternyata kebanyakan mereka melakukan pembayaran dengan uang tunai yang bernominal cukup besar, sedangkan persediaan uang kembalian di situ tidak mencukupi sehingga petugas tersebut harus menukarkan uangnya terlebih dahulu 😂. Duh pantes saja lama *tepokjidad* 🙈

Macam Uang Elektronik
Namun semua itu sudahlah masa lalu, semuanya sudah lebih mudah. Hal ini terjadi karena semua sudah menggunakan sistem elektronik, salah satunya dengan penggunaan electronic money atau kerap disebut dengan e-money. Eh, e-money itu sendiri apaan sih? Masih banyak memang orang kita yang belum familier dengan 'benda ajaib' satu ini. Hah, 'benda ajaib'? Emang bisa ngapain aja? Macem macem deh pokoknya, nanti saya bakal jelasin juga, tapi sebelumnya kita kenalan dulu sama benda satu ini.

Electronic Money (sering disingkat menjadi e-money, dalam bahasa disebut uang elektronik) menurut Bank Indonesia (dalam Peraturan Bank Indonesia No. 11/12/PBI/2009 tentang Uang Elektronik) merupakan alat pembayaran yang memenuhi unsur-unsur sebagai berikut: 
  1. Diterbitkan atas dasar nilai uang yang disetor terlebih dahulu oleh pemegang kepada penerbit
  2. Nilai uang disimpan secara elektronik dalam suatu media seperti server atau chip 
  3. Digunakan sebagai alat pembayaran kepada pedagang yang bukan merupakan penerbit uang elektronik tersebut, dan
  4. Nilai uang elektronik yang disetor oleh pemegang dan dikelola oleh penerbit bukan merupakan simpanan sebagaimana dimaksud dalam undang-undang yang mengatur mengenai perbankan. 
Intinya sih electronic money itu sebenernya merupakan uang yang tersimpan dalam sebuah sistem elektronis dan dapat digunakan oleh konsumen baik untuk melakukan segala jenis transaksi secara online dan sarana penyimpanan uang. Simpelnya lagi, e-money itu udah kayak dompet yang berisi duit kita, tapi bentuknya kartu/chip/bentuk elektronis lain. Kalau bentuk yang paling umum beredar itu berupa kartu atau chip, walau ada juga yang berupa aplikasi yang terinstall di smartphone (seperti mandiri e-cash).

Proses tapping e-money di minimarket (Sumber: Gatra)

Cara penggunaannya sendiri bagaimana? Karena saya cuma punya pengalaman sama yang berbentuk kartu/chip atau tag RFID, saya cuma jelasin yang itu aja, karena itu juga yang paling umum digunakan hehe. Penggunaannya sendiri cukup mudah, hanya melakukan tapping/penempelan kartu/chip/tag RFID ke EDC reader/mesin gesek kartu/modul NFC reader yang ada di merchant/toko/outlet yang telah mendukung pembayaran dengan e-money, saat akan melakukan pembayaran transaksi yang telah dilakukan. Contohnya sebagai gambar di samping hehehe...

Penerbit e-money sendiri sangat banyak, cuma yang umum dipakai (dan cukup banyak merchantnya 😁) itu BCA Flazz, Mandiri e-money, BNI TapCash, serta Telkomsel T-Cash. Ha? Telkomsel? Iya, ternyata bukan cuma Bank saja yang boleh dan tertarik untuk 'bermain' di sektor pembayaran elektronis ini, operator seluler dan pengembang aplikasi turut mengembangkan uang elektronik sesuai versinya sendiri. Kita mah sebagai konsumen gausah pusing mana e-money yang paling bagus, cari aja yang banyak merchantnya hehehe... Kalau sepengalaman penulis sih yang cukup banyak merchantnya ya yang penulis sebut tadi hehehe, selain itu merchatnnya masih cukup terbatas.

Nah, e-money ini sebenernya bisa ngapain aja sih, kok penulis bisa nyebut 'kartu ajaib' segala hehehe/ Fungsi intinya sih ya untuk melakukan pembayaran, seperti kartu debit atau kredit. Kalau detailnya sih bisa dipakai untuk:
  • Belanja di supermarket atau minimarket yang telah mendukung pembayaran dengan e-money (Alfamart, Indomaret, 7-eleven, Lawson umumya sudah support... Superindo & Hypermart juga sudah)
  • Untuk bayar tol dan parkir (enak, lebih praktis dan cepat)
  • Beli Bensin, beli makan, minum, tiket bioskop, tiket tempat rekreasi, dlsb di tempat yang telah mendukung pembayaran secara elektronis
  • Naik transportasi umum seperti KCJ Commuter Line atau TransJakarta... TransJogja dan TransSolo seingat saya juga sudah mendukung, daerah lain belum tahu hehehe, saya belm nyobain satu satu soalnya 😂
Untuk dapetin kartu/alat e-money-nya sendiri di mana? Biasanya di minimarket ada sih hehehehe... dan untuk isi ulangnya pun gampang banget, bisa lewat ATM mamupun melalui minimarket dengan uang cash (minimal 50ribu). 

Terus apa untungnya pakai e-money? Pertama, Anda bisa melakukan berbagai transaksi tanpa perlu bawa duit banyak, cuma modal kartu aja (yang penting ada saldonya yak haha). Kedua, Anda bisa melakukan transaksi lebih cepat dan efisien, tinggal tap terus selesai, gaperlu ngitung-ngitung duit atau nunggu kembalian (bahkan nunggu ditukerin dulu haha). Tapi, tentunya pasti ada juga kekurangannya. Pertama, belum semua transaksi bisa memakai e-money karena e-money baru bisa dipakai di merchant yang bekerja sama dengan penerbit. Kedua, risiko uang hilang ketika pengguna kehilangan kartu/alat yang dipakai menyimpan e-money karena e-money itu seperti dompet, bukan kartu ATM/Debit atau Kredit yang pemiliknya jelas dan teregistrasi (hal ini juga yang membedakan e-money dengan kartu Debit/Kredit).

Pakai e-money itu ga ribet, praktis dan enak. Kedepannya pun tren transaksi bakalan berjalan dengan sistem cashless, salah satunya dengan e-money ini. Bank Indonesia pun sebagai bank sentral sedang gencar-gencarnya melakukan kampanye GNNT (Gerakan Nasional non Tunai) karena ya memang menguntungkan kita juga, lebih praktis, cepat dan efisien. Penulis pun sudah cukup frequent pakai e-money karena memang sangat terasa manfaatnya hehehe.

Koleksi e-money penulis haha, btw sebetulnya udah jauh berkurang kartunya

Btw, kalau ada yang bingung itu apaan merah-merah yang nempel di HP, itu modul NFCnya Telkomsel T-Cash, nanti bakal penulis ceritain juga di artikel selanjutnya hehe.

Sekarang udah bukan zamannya lagi transaksi pakai duit cash, pake e-money dong, udah praktis, cepat, mudah, banyak promo lagi hahahaha
Uang Tunai? So yesterday... Sekarang zamannya Electronic Money, lebih cepat dan efisien! Uang Tunai? So yesterday... Sekarang zamannya Electronic Money, lebih cepat dan efisien! Reviewed by Fauzian Rizqi on 10:20 Rating: 5

2 comments

  1. mz klo krtunya it tinggal beli a pa ad syrtx ky bkin rek tabungan? thx

    ReplyDelete
    Replies
    1. mohon maaf sebelumnya, namun saya sangat berterimakasih apabila anda menggunakan bahasa yang mudah dipahami hehe ;)

      Untuk kartunya sendiri mas (atau mbak? hehe) tinggal beli aja di merchant-merchant seperti Indomaret, mereka biasanya ada hehe, walau harus melakukan top-up senilai 50ribu biasanya

      Delete